Komunitas Read Aloud Semarang merupakan komunitas literasi di Semarang dan memiliki lebih dari 150 anggota serta pengurus aktif. Melalui kegiatan literasi yang telah dilaksanakan, kesadaran masyarakat akan pelestarian cerita-cerita lokal cenderung masih rendah. Penduduk asli banyak yang tidak mengetahui cerita dongeng Semarangan. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa pengkayaan nilai-nilai konservasi budaya melalui dongeng Semarangan multibahasa yang mencakup pengembangan bahan dongeng dalam bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, dan Prancis yang disajikan dalam bentuk digital dan cetak. Lokakarya mendongeng interaktif digelar dan melibatkan anggota komunitas, orang tua, dan partisipan untuk meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan ADDIE: analyze, design, develop, implement, evaluate. Hasil dari kegiatan yaitu pemahaman akan pentingnya pelestarian dan pengenalan terhadap cerita lokal, tersusunnya dongeng Semarangan multibahasa hasil kolaborasi tim pengabdi dengan RAS baik dalam versi cetak maupun digital, memperkaya nilai konservasi melalui kegiatan mendongeng, serta seluruh peserta festival dongeng mengenal kosakata baru dari dongeng Semarangan multibahasa. Hasil pengabdian menyatakan adanya dampak signifikan dari strategi pelestarian budaya di era digital, sehingga nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2025