Pediculosis capitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan komunal seperti pondok pesantren. Infestasi kutu kepala dapat menimbulkan rasa gatal, gangguan tidur, infeksi sekunder, hingga menurunkan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan penyakit pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Assalam. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup empat aspek pencegahan, yaitu kebersihan lingkungan, kepadatan hunian, kontak langsung, dan personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santriwati memiliki kebersihan lingkungan kategori kurang (59,4%), seluruh responden berada pada kategori kepadatan hunian tidak padat (100%), perilaku kontak langsung sebagian besar berada pada kategori tidak mencegah (68,1%), dan personal hygiene sebagian besar tergolong belum baik (62,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kepadatan hunian sudah memenuhi standar, perilaku santriwati terkait kebersihan diri dan pencegahan kontak langsung masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan edukasi kesehatan berkelanjutan, peningkatan sarana sanitasi, serta pengawasan lingkungan asrama untuk menurunkan risiko penularan pediculosis capitis.
Copyrights © 2025