Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen Program Sekolah Plus Ngaji yang digunakan untuk mengukur kemampuan membaca huruf Arab berharakat pada peserta didik sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Banturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, selama tiga minggu. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang meliputi lima tahap: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas tiga ahli (ahli isi, ahli evaluasi, dan guru BTQ) serta 20 peserta didik kelas II dan III. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru, dan hasil asesmen peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen Program Sekolah Plus Ngaji memiliki tingkat validitas sangat tinggi (rata-rata skor 3,80), kepraktisan sangat tinggi (rata-rata skor 3,78), dan keterterapan baik dengan 85% peserta didik mencapai nilai di atas KKM. Hasil ini menunjukkan bahwa model ADDIE efektif digunakan dalam mengembangkan instrumen asesmen keagamaan yang kontekstual, terukur, dan aplikatif di lingkungan sekolah dasar negeri.
Copyrights © 2026