Masalah pernafasan menjadi salah satu masalah utama yang menyumbangkan angka mortalitas pada neonatus. Sindrom gawat nafas atau Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan masalah yang dapat terjadi akibat defisiensi surfaktan dan imaturitas organ paru terutama pada bayi prematur atau BBLR. Penatalaksanaan RDS secara farmakologis dapat dibarengi dengan penatalaksanaan non farmakologis yaitu pemberian quarter prone position untuk membantu menstabilkan kondisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas posisi quarter prone position terhadap kestabilan saturasi oksigen dan respiratory rate pada bayi gawat nafas. Metode dalam penelitian menggunakan metode deskriptid dengan melakukan studi kasus pada 2 pasien RDS dan BBLR. Intervensi dijalankan selama 3 hari dalam waktu 60 menit dengan waktu pemantauan 0, 15, 30, dan 60 menit. Alat yang digunakan selama pemberian intervensi adalah kain bedong dan monitoring tanda-tanda vital. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan pada saturasi oksigen dan kestabilan respiratory rate pasien kelolaan dengan peningkatan SpO2 sebesar 2 – 4% dan penurunan respiratory rate 6 – 10x/menit.
Copyrights © 2026