Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Abdominal Massage as Nursing Implementation of Feeding Intolerance of Preterm Infants in Neonatal Intensive Care Unit: A Systematic Review Darmareja, Rycco; Jansen, Susiana
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): EDITION MARCH 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i1.5213

Abstract

The immaturity of the gastrointestinal tract of preterm infants can increase the prevalence of feeding intolerance that must be addressed by nurses. Massage is considered effective and is often used in neonatal intensive care. This study aims to identify the effectiveness of complementary therapy in the form of abdominal massage as a nursing implementation strategy for premature infants with feeding intolerance in the NICU. The study method refers to the PRISMA 2020 checklist with the following keywords: "Feeding Intolerance" AND "Newborn" OR "Premature" AND "Abdominal massage" AND "Neonatal Intensive Care Unit" AND "Nursing". Article searches were conducted on Google Scholar, Springer Link, Scopus, and PubMed databases by applying several criteria including full-text articles relevant to the study objectives, written in Indonesian or English, published in the last 3 years, and using experimental study designs, then continued critical appraisal using the Joanna Briggs Institute (JBI) instrument. Based on the search results, 74 articles were found and after screening only 5 articles were used. The results of the study showed that abdominal massage was considered to have a positive impact on reducing the residual volume of the stomach, vomiting behavior, and abdominal distension. Based on this, it is recommended that abdominal massage can be performed at least twice per day to control feeding intolerance in preterm infants in the neonatal intensive care unit.
Hubungan Status Berat Badan Lahir, Pemberian ASI dan Tingkat Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian ISPA pada Balita di Kota Bekasi Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa; Jansen, Susiana
Indonesian Journal of Health Development Vol 7 No 1 (2025): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v7i1.470

Abstract

Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) secara global memiliki 18,8 miliar kasus dengan angka mortalitas 4 juta kasus setiap tahunnya. Kejadian ISPA jika tidak ditangani segera akan menjadi parah. Beberapa faktor internal maupun eksternal diyakini memiliki pengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita. Beberapa faktor risiko yang diyakini sebagai pengaruh terjadinya ISPA pada balita yakni riwayat status berat badan lahir, riwayat pemberian ASI, dan tingkat pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara status berat badan lahir, pemberian ASI, dan pengetahuan orang tua dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jatiluhur pada bulan Agustus – Desember 2024 dengan analisis desktiprif korelasional dan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penentuan sampel sebanyak 67 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan berdasarkan diagnosa dokter dan lembar kuesioner. Hasil analisis Chi-Square menghasilkan terdapat hubungan antara status berat badan lahir (p=<0,001), pemberian ASI (p=0,012), dan tingkat pengetahuan orang tua (p=0,005) dengan kejadian ISPA pada balita. Para ibu perlu meningkatkan pengetahuannya tentang kejadian ISPA dan faktor risikonya serta pemerintah perlu memberikan sosialisasi mengenai ISPA sehingga dapat meminimalisir kejadian ISPA pada balita. Kata kunci : ISPA, Berat Badan Lahir, ASI, Pengetahuan Orang Tua
ANALISIS PRAKTIK KEPERAWATAN BERBASIS BUKTI PENGARUH FISIOTERAPI DADA TERHADAP HEMODINAMIK (RR DAN HR) DAN SATURASI OKSIGEN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI CIPUTRA HOSPITAL CITRA GARDEN CITY JAKARTA Mutmainnah, Yuliyati; Yeni, Roza Indra; Jansen, Susiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.31951

Abstract

Fisioterapi dada banyak digunakan sebagai pengobatan adjuvant untuk pneumonia. Fisioterapi dianggap membantu menghilangkan eksudat inflamasi, sekresi trakeo bronkial, mengurangi resistensi jalan napas. Tujuan asuhan keperawatan ini diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, setelah dilakukan  pengaruh fisioterapi dada terhadap Hemodinamik (RR Dan Hr) dan saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia di Ciputra Hospital  Citra Garden City Jakarta. Metode Desain evidence base nurse (EBN) yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu 2 kelompok yang diberikan diberikan Fisioterapi Dada selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: Hasil statistic menunjukkan perbedaan nilai rata-rata atau nilai mean pada kelompok intervensi (1.00) dan kelompok control (1.25) dengan hasil nilai p (0.024 atau < 0.05) yang artinya ada pengaruh pemberian fisioterapi dada pada kelompok intervensi dan kelompok control dengan nilai p (0.024 Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian fisioterapi dada pada anak dengan Pneumonia setelah dilakukan intervensi dibandingkan dengan kelompok control secara signifikan.
Manfaat Berpuasa Terhadap Kesehatan Anak: Edukasi Kesehatan pada Siswa SD Muhammadiyah Meruyung, Depok, Jawa Barat Herlina; Permatasari, Indah; Jansen, Susiana; Rokhaidah
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TERPADU Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Kesehatan Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jakt.v4i1.23057

Abstract

Indonesia is struggling with a triple burden of malnutrition, including childhood obesity. To deal with this, one thing that's been tried is regulating eating, like fasting. This community service program aims to provide children with knowledge about the health benefits of fasting in relation to obesity.  This community service program consists of an educational session for 276 elementary school students (SD), divided into three sessions: the first session for initial knowledge assessment, the second session for health education, and the third session for post-education knowledge assessment. The results of the first and third sessions showed that the students recognized five health benefits of fasting: (1) body detoxification, (2) improved digestive health, (3) maintaining an ideal body weight, (4) enhanced immune system function, and (5) improved brain function. Health education on the benefits of fasting to prevent and address childhood obesity can improve children's knowledge, thereby supporting healthy lifestyle behaviors to reduce the triple burden of malnutrition, particularly obesity. Future community service projects could continuing regular monitoring of students' nutritional status, such as weighing, measuring height, and measuring upper arm circumference.
Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pendidikan Kesehatan Terkait Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) : Pendidikan Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kepada Masyarakat Pengunjung Puskesmas Kecamatan Cinere, Depok, Jawa Barat Suratmini, Dwi; Jansen, Susiana; Ardhiyanti, Lusyta Puri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v2i1.55

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI’s) is the most infectious disease in the world. ARI’s often attacks children, where ARI’s occupies the top 10 diseases that infect children. In Indonesia, ARI’s still requires special handling. Counseling inthe form of health education related to ARI’s in the community is expected to be able to increase public knowledge regarding ARI’s and influence public attitudes in preventing ARI’s. The results of community service activities at The Cinere Public Health Center, Depok City West Java are increasing knowledge and understanding of the community regarding ARI’s starting from the definition, causes, classification, signs and symptoms, risk factors and prevention ofARI’s.   Keywords: ARI’s; education; health; knowledge
STUDI KASUS: ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS TIPE II MELALUI PENERAPAN SENAM KAKI DAN DIIT DMv Sri Lestari; Jansen, Susiana
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/medical-jkk.v1i1.35

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM Tipe 2) merupakan penyakit yang sering kali disebabkan oleh kecenderungan genetik serta pilihan gaya hidup yang berbahaya seperti obesitas, kurang aktivitas, dan kebiasaan makan yang buruk.Tujuan: untuk memastikan bagaimana asuhan keperawatan, implementasi keperawatan, dan penilaian keperawatan diterapkan. Metode: Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini bersifat deskriptif. Satu pasien dewasa dengan diabetes mellitus tipe 2 menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil: Ketidakstabilan glukosa darah b.d hiperglikemia, Perfusi perifer yang tidak efektif b.d kurangnya aktivitas fisik, dan defisit pengetahuan b.d  Kekeliruan Mengikuti Anjuran, merupakan masalah keperawatan yang terjadi pada beberapa kasus, setelah dilakukan tiga kali intervensi keperawatan selama 24 jam, seluruh diagnosa keperawatan dievaluasi dan hasil yang diperoleh telah sesuai dengan kriteria hasil yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Senam kaki diabetik dan Edukasi Mengenai Diet DM, Pasien Mampu Menerapkan Diet DM dengan baik selama 3 Hari Di dapatkan Penurunan Gula darah yang baik.
Asuhan Keperawatan pada An. A dengan Pneumonia di Ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Ulida, Rahma; Jansen, Susiana
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/medical-jkk.v1i1.41

Abstract

Background: Preschool children are a time when children's potential can develop optimally if they are paid attention to from an early age. The World Health Organization (WHO) states that Upper Respiratory Tract Infections (ARI) are still the biggest cause of death in children under 5 years old throughout the world, namely almost 20%, one of which is pneumonia. Pneumonia can cause airway obstruction, characterized by an increase in respiratory frequency. Blowing balloons is a breathing exercise with play therapy that aims to overcome increased respiratory frequency. Objective: to analyze nursing care by applying breathing exercises through balloon blowing play therapy for children who experience increased respiratory frequency. Method: research uses case studies in the form of case reviews to explore the problem of nursing care in An. A with Pneumonia in the Orchid Room at South Tangerang City General Hospital. Results: the application of breathing exercise through balloon blowing play therapy which was carried out once a day for 3 days, to overcome the increase in respiratory frequency had a good effect. The average decrease in respiratory frequency that occurs is 3-5 x/minute. Conclusion: The success of implementing breathing exercises through balloon blowing play therapy is also due to supporting factors such as collaboration in providing expectorants/mucolytics/bronchodilators, good eating patterns in accordance with adequate nutritional intake, advice on changing the semi-Fowler/Fowler position and teaching effective coughing techniques.        
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita untuk Pencegahan Stunting di Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Jansen, Susiana; Herlina, Santi; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20389

Abstract

ABSTRAK Prevalensi stunting di Kota Depok pada tahun 2023 mencapai 25,4%, menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan untuk menurunkan angka tersebut. Salah satu upaya penting adalah penguatan peran kader Posyandu dalam pencegahan stunting. Kader Posyandu, sebagai motivator dan edukator, memiliki peran strategis dalam meningkatkan status gizi balita melalui pelatihan yang memadai, motivasi, dan dukungan dari berbagai pihak. Posyandu Markisa di Kelurahan Pangkalan Jati menghadapi kendala berupa kurangnya pendidikan dan pelatihan kader serta keterbatasan sumber daya edukasi. Namun, kader di Posyandu Markisa memiliki potensi besar dalam penerapan pengetahuan lokal, penyuluhan kesehatan, serta pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi kader melalui pelatihan dan pendampingan yang meliputi pendidikan kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita. Sasaran kegiatan ini adalah 12 kader Posyandu Markisa. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader diberikan materi mengenai pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pengukuran pertumbuhan anak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sangat baik dan mampu melakukan pengukuran pertumbuhan anak dengan benar. Kesimpulan: Pelatihan kader posyandu mampu meningkatkan pengetahuan kader dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan kader dalam pengukuran pertumbuhan anak. Kata Kunci: Anak, Kader Posyandu, Pelatihan, Stunting  ABSTRACT The prevalence of stunting in Depok City in 2023 reached 25.4%, indicating the need for sustainable interventions to reduce the rate. One important effort is to strengthen the role of Posyandu cadres in stunting prevention. Posyandu cadres, as motivators and educators, have a strategic role in improving the nutritional status of children under five through adequate training, motivation, and support from various parties. Posyandu Markisa in Pangkalan Jati Village faces constraints such as a lack of cadre education and training and limited educational resources. However, cadres at Posyandu Markisa have great potential in the application of local knowledge, health counseling, and prevention and early detection of health problems. This Community Service Activity (CSA) aims to maximize the potential of cadres through training and mentoring which includes health education, toddler growth monitoring training. The targets of this activity were 12 cadres of Posyandu Markisa. The method of implementing training is in the form of lectures and demonstrations. Cadres were given material on stunting prevention as well as demonstrations and redemonstrations of child growth measurement assistance. The results of the training showed a very good increase in cadre knowledge and were able to measure children's growth correctly. Conclusion: Posyandu cadre training can increase cadre knowledge in stunting prevention and increase cadre skills in measuring child growth. Keywords: Children, Posyandu cadres, training, stunting
Pendampingan Siswa Kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Kegiatan Edukasi Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Dan Pelatihan P3K di Sekolah Dasar Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Herlina, Santi; Jansen, Susiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17442

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat penting untuk membantu kader UKS memahami lebih baik tentang berbagai aspek kesehatan, seperti pencegahan stunting, dan pertolongan pertama. Dengan pengetahuan ini, siswa dapat memberikan edukasi kepada komunitas sekolah. Pelatihan kader UKS sangat penting untuk memastikan bahwa program kesehatan di sekolah berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan pelatihan, kader UKS menjadi lebih kompeten, mampu memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, mendidik siswa dan komunitas sekolah, serta mencegah masalah kesehatan seperti stunting dengan lebih baik. Pelatihan ini juga membantu membentuk kader UKS sebagai pemimpin dan teladan dalam mempromosikan kesehatan di lingkungan sekolah. Pelatihan ini dilakukan pada siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 6 dengan total jumlah peserta 29 siswa. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis siswa berperan mencegah stunting dan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Siswa diberikan materi mengenai peran remaja dalam pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa cukup baik dan penilaian praktik pertolongan pertama pada kecelakaan semua siswa memiliki kemampuan yang baik. Kesimpulan: Pelatihan siswa kader UKS mampu meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan siswa dalam pertolongan pertama pada kecelakaan. Kata Kunci: Anak, Pelatihan, P3K, Siswa, Stunting, UKS   ABSTRACT Training for School Health Unit (UKS) cadres is very important to help UKS cadres understand better about various aspects of health, such as stunting prevention and first aid. With this knowledge, students can provide education to the school community. UKS cadre training is very important to ensure that health programs in schools are effective and sustainable. With training, UKS cadres become more competent, able to provide quality health services, educate students and the school community, and better prevent health problems such as stunting. This training also helps shape UKS cadres into leaders and role models in promoting health in the school environment. This training was carried out on grade 6 elementary school (SD) students with a total of 29 students. The aim of this training is to improve students' knowledge, attitudes, behavior and practical skills to play a role in preventing stunting and providing first aid in accidents. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Students were given material regarding the role of teenagers in preventing stunting as well as demonstrations and re-demonstrations of first aid in accidents. The results of the training showed that the increase in students' knowledge was quite good and the assessment of first aid practices in accidents was that all students had good abilities. Conclusion: Training of UKS cadre students is able to increase students' knowledge in stunting prevention and increase students' skills in first aid for accidents. Keywords: Children, First Aid, Students, Stunting, Training, UKS
Literature Review Protokol Pemberian VCO pada Anak dengan Ruam Popok Darmareja, Rycco; Jansen, Susiana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i2.5241

Abstract

Anak sangat rentan mengalami kerusakan integritas kulit karena kondisi kulit yang lebih sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. Pemakaian popok sekali pakai yang menjadi tren dikalangan ibu pada balita dan anak semakin meningkatkan risiko dan kejadian kerusakan integritas kulit berupa ruam popok. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran protokol yang tepat dalam pemberian VCO pada anak dengan ruam popok sebagai Langkah pencegahan dan penanganan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PICO. Hasil yang didapatkan bahwa protokol yang tepat dalam pemberian VCO pada anak dengan ruam popok terdiri dari 17 langkah. VCO terbukti mampu mencegah, mengurangi dan mengobati ruam popok pada anak.