Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Berat Badan Lahir, Pemberian ASI dan Tingkat Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian ISPA pada Balita di Kota Bekasi Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa; Jansen, Susiana
Indonesian Journal of Health Development Vol 7 No 1 (2025): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v7i1.470

Abstract

Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) secara global memiliki 18,8 miliar kasus dengan angka mortalitas 4 juta kasus setiap tahunnya. Kejadian ISPA jika tidak ditangani segera akan menjadi parah. Beberapa faktor internal maupun eksternal diyakini memiliki pengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita. Beberapa faktor risiko yang diyakini sebagai pengaruh terjadinya ISPA pada balita yakni riwayat status berat badan lahir, riwayat pemberian ASI, dan tingkat pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara status berat badan lahir, pemberian ASI, dan pengetahuan orang tua dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jatiluhur pada bulan Agustus – Desember 2024 dengan analisis desktiprif korelasional dan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penentuan sampel sebanyak 67 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan berdasarkan diagnosa dokter dan lembar kuesioner. Hasil analisis Chi-Square menghasilkan terdapat hubungan antara status berat badan lahir (p=<0,001), pemberian ASI (p=0,012), dan tingkat pengetahuan orang tua (p=0,005) dengan kejadian ISPA pada balita. Para ibu perlu meningkatkan pengetahuannya tentang kejadian ISPA dan faktor risikonya serta pemerintah perlu memberikan sosialisasi mengenai ISPA sehingga dapat meminimalisir kejadian ISPA pada balita. Kata kunci : ISPA, Berat Badan Lahir, ASI, Pengetahuan Orang Tua
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SABUN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH DI DESA TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR Togatorop, Lina Berliana; Sabina, Adinda Salwa; Nabila, Adinda Zahra; Rifai, Akbar Ridho; Dewi, Dita Amalia; Rahmawati, Fitri; Rendheart, Galang; Bastareina, Lulu; Maulana, Muhammad Gilang; Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa; Angelica, Silvia Putri; Nurhalija, Siti; Tavipiana, Zafira Virgine
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20011

Abstract

Abstrak: Minyak jelantah merupakan salah satu bahan sisa yang menyumbang limbah dalam jumlah banyak di Indonesia. Permasalahan tersebut dapat teratasi dengan kegiatan pengolahan sabun berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai daur ulang dan pembuatan sabun olahan minyak jelantah. Metode yang diaplikasikan berupa ceramah dan demonstrasi, dengan mitra sebanyak 30 orang yaitu ibu-ibu dan remaja putri Desa Tanjungsari RT.13. Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan dilakukan terhadap tahap persiapan, pelaksanaan dan peningkatan pengetahuan peserta melalui pengisian kuesioner. Hasil akhir membuktikan bahwa terdapat penambahan proporsi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dengan nilai rata-rata pre-test adalah 6.50 dan setelah dilakukan edukasi nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 8.Abstract: Used cooking oil is one of the waste materials that contributes to large amounts of waste in Indonesia. This problem can be resolved by processing soap made from used cooking oil. This activity aims to increase public knowledge regarding recycling and making used cooking oil soap. The method applied was in the form of lectures and demonstrations, with 30 partners, namely mothers and young women from Tanjungsari Village RT.13. Evaluation of the implementation of activities is carried out at the preparation, implementation, and increasing participants' knowledge stages through filling out questionnaires. The final results prove that there was an increase in the proportion of participants' knowledge before and after being given education. The average pretest score was 6.50; after education, the average post-test score increased to 8.