Masalah gizi pada anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penyakit infeksi, jumlah anak dalam keluarga, serta kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi baik (66,3%), namun masih ditemukan balita dengan gizi kurang (20,4%), gizi buruk (8,2%), dan gizi lebih (5,1%). Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita (p = 0,021) serta antara jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi balita (p = 0,034). Sementara itu, pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi (p = 0,112). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyakit infeksi dan jumlah anak merupakan faktor yang berperan penting dalam mempengaruhi status gizi balita. Upaya peningkatan status gizi balita perlu difokuskan pada pencegahan infeksi, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Copyrights © 2026