Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus dan sosial emosional anak pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Pucangsongo. Tujuan utama penelitian ini untuk mendiskripsikan strategi guru guna meningkatkan kedua aspek tersebut melalui aktivitas meronce. Metode digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan model Kemmis dan Mc Tanggart (2014) yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 20 anak usia 4-5 tahun yang terlibat dalam kegiatan meronce. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja berdasarkan indikator perkembangan anak usia dini sesuai Permendikbud No. 137 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dan sosial emosional anak pada setiap silkus. Strategi guru melalui kegiatan meronce terbukti efektif dalam mengoptimalkan perkembangan anak motorik halus dan sosial emosional anak usia dini.
Copyrights © 2025