Latar Belakang: Masalah utama dalam program KB di Indonesia adalah rendahnya partisipasi pria. Di UPTD Puskesmas Loji tahun 2023, tercatat 278 akseptor pria aktif, dengan mayoritas menggunakan kondom (218 orang; 78,4%) dan sisanya MOP (60 orang; 21,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi partisipasi suami dalam ber-KB di UPTD Puskesmas Loji Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional terhadap 74 responden pria Pasangan Usia Subur dari total 278 populasi yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (44,6%) responden tidak berpartisipasi dalam ber-KB. Partisipasi suami dalam ber-KB dipengaruhi oleh faktor keterpaparan informasi (p value = 0,016), dukungan sosial (p value = 0,000) dan ekonomi (p value = 0,015).Simpulan: Peningkatan partisipasi suami dalam ber-KB dapat dilakukan melalui program keluarga Pasangan Usia Subur (PUS) dengan pemberian informasi serta diskusi kelompok atau lokakarya tentang pentingnya KB.
Copyrights © 2025