Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menuntut transformasi paradigma dalam pembelajaran matematika, dari sekadar menghafal rumus menuju pemahaman konsep yang mendalam dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembelajaran matematika di SD berbasis Kurikulum Merdeka melalui tiga pilar utama: pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning), pemanfaatan media dan bahan ajar, serta implementasi pembelajaran aktif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan kontekstual efektif menjembatani materi abstrak dengan kehidupan nyata siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna; (2) Penggunaan media konkret dan digital (seperti GeoGebra) serta LKPD berbasis konteks sangat vital dalam mentransformasi konsep abstrak menjadi representasi visual; dan (3) Pembelajaran aktif yang menempatkan guru sebagai fasilitator mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta keterampilan berpikir kritis. Keberhasilan pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengintegrasikan metode dan media yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Copyrights © 2026