Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan metode demonstrasi dalam kerangka peer teaching (pengajaran teman sebaya) pada pembelajaran lari jarak pendek 50 meter bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya penguasaan teknik dasar lari akibat instruksi yang terlalu teoretis dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada empat pilar pembahasan utama. Pertama, analisis kondisi lapangan yang menunjukkan perlunya modifikasi arena lari di lingkungan sekolah yang memiliki keterbatasan lahan. Kedua, pemetaan kondisi fisik peserta didik yang mencakup koordinasi gerak dan daya ledak otot tungkai sesuai dengan tahap perkembangan usia sekolah dasar. Ketiga, implementasi teknik dasar lari yang meliputi fase start jongkok, gerakan lari (sprint), dan teknik memasuki garis finish yang diperagakan melalui demonstrasi visual oleh guru dan tutor sebaya. Keempat, identifikasi kendala pembelajaran seperti kurangnya kepercayaan diri tutor dan dinamika kelompok, serta solusi strategis untuk mengatasinya. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa kombinasi metode demonstrasi dan peer teaching mampu menciptakan suasana belajar yang lebih konkret, inklusif, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan motorik siswa pada materi lari 50 meter.
Copyrights © 2026