Etika merupakan bagian penting dalam sistem perbankan syariah karena menjadi landasan moral dalam menjalankan operasional lembaga keuangan. Namun dalam praktiknya, penerapan etika syariah di perbankan seringkali menghadapi tantangan internal maupun eksternal yang berdampak pada kualitas kinerja karyawan. Berdasarkan realitas tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana tantangan yang dihadapi karyawan dalam menerapkan etika perbankan syariah serta hubungan antara pemahaman etika syariah dengan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu. Sehingga penulis dapat merumuskan masalah yang dikaji dalam penyusunan ini. Pertama, bagaimana tantang yang dihadapi oleh karyaawan dalam menerapkan etika perbankan syariah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Kedua, bagaimana hubungan antara pemahaman antara pemahaman etika perbankan syariah dan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan etika syariah berasal dari ketidakseimbangan antara tuntutan target kerja dan komitmen etis individu. Di samping itu, masih adanya persepsi masyarakat yang menyamakan bank syariah dengan bank konvensional turut memperberat tugas karyawan dalam menjaga citra dan integritas lembaga. Namun demikian, ditemukan bahwa pemahaman yang baik terhadap etika perbankan syariah berdampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Mereka merasa lebih nyaman, aman, dan memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah yang bermakna spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika syariah bukan hanya berperan sebagai panduan perilaku kerja, tetapi juga sebagai faktor utama pembentuk kepuasan kerja, loyalitas, dan motivasi karyawan dalam sistem perbankan syariah. Oleh karena itu, penguatan pelatihan etika, pembinaan spiritual, serta sosialisasi publik tentang nilai-nilai perbankan syariah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi etika secara menyeluruh.
Copyrights © 2026