Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi orang tua dalam mengasuh anak usia dini, terutama terkait penggunaan gadget yang berlebihan. Banyak orang tua belum memahami dampak jangka panjang paparan gawai tanpa pendampingan yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kesehatan fisik anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu tentang pola asuh digital sehat melalui sosialisasi dan pendampingan berbasis partisipasi komunitas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan 25 ibu yang memiliki anak usia 3–6 tahun di TK Sekar Melati, Desa Rimba Beringin. Kegiatan meliputi pemaparan materi, penyusunan family media plan, diskusi kelompok, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman ibu mengenai pengaturan durasi, pemilihan konten sesuai usia, serta pendampingan aktif. Peserta juga mampu menyusun aturan keluarga dan alternatif kegiatan non-digital, sejalan dengan temuan bahwa penggunaan gadget berlebihan berdampak pada kecanduan, penurunan fokus, hambatan komunikasi, dan gangguan tidur anak.
Copyrights © 2025