ABSTRACT Learning evaluation in Indonesian Language and Literature is still dominated by the use of tests oriented toward measuring final learning outcomes, resulting in the underdevelopment of reflective and humanistic evaluation functions. This condition contributes to increased psychological pressure on students and insufficient facilitation of productive language skills development. This article focuses on a theoretical review of repositioning tests as reflective evaluation instruments based on restitution and mindful learning approaches in Indonesian Language and Literature learning. The study employs a qualitative approach with a library research design combined with conceptual-reflective analysis through stages of literature exploration, categorization of key concepts, and theoretical synthesis within the framework of restitution and mindful learning. The findings indicate that tests can be reinterpreted as pedagogical tools that promote self-reflection, learning awareness, emotional regulation, and students’ responsibility for their learning processes. The integration of restitution and mindful learning reframes errors as learning opportunities and reduces the perception of tests as judgmental tools. This approach is relevant for sustainable language assessment practices. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih didominasi oleh penggunaan tes yang berorientasi pada pengukuran hasil akhir belajar sehingga fungsi reflektif dan humanistik evaluasi belum berkembang optimal. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan psikologis peserta didik serta kurang terfasilitasinya pengembangan keterampilan berbahasa produktif. Artikel ini berfokus pada kajian teoretis reposisi tes sebagai instrumen evaluasi reflektif berbasis pendekatan restitusi dan mindful learning dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang dipadukan dengan analisis konseptual reflektif melalui tahapan penelusuran literatur pengelompokan konsep utama dan sintesis teoretis dalam kerangka restitusi dan mindful learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes dapat dimaknai ulang sebagai sarana pedagogis yang mendorong refleksi diri kesadaran belajar regulasi emosi serta tanggung jawab peserta didik terhadap proses belajarnya. Integrasi pendekatan restitusi dan mindful learning memposisikan kesalahan sebagai peluang belajar dan mengurangi persepsi tes sebagai alat penghakiman. Pendekatan ini relevan bagi praktik penilaian bahasa berkelanjutan.
Copyrights © 2025