Situ Bagendit merupakan danau alami yang saat ini mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran serta perilaku masyarakat yang tidak ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kepedulian lingkungan masyarakat dan menilai relevansi antara kepedulian lingkungan dengan tindakan nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan danau Situ Bagendit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden dari lima kelompok masyarakat di sekitar Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, serta penerapan prinsip-prinsip etika lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat kepedulian lingkungan yang tinggi berdasarkan penerapan prinsip etika lingkungan, dengan prinsip kasih sayang dan peduli terhadap alam mencapai 83,6% sedangkan prinsip lainnya menunjukkan nilai di atas 75%. Meskipun demikian, kondisi aktual Situ Bagendit masih menunjukkan permasalahan lingkungan yang serius dengan ditemukannya sampah dan pertumbuhan gulma air secara masif. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tingkat kepedulian yang tinggi dengan perilaku nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, relevansi antara kepedulian dan perilaku masyarakat belum sepenuhnya terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan strategi pendidikan lingkungan dan penguatan regulasi untuk memastikan nilai-nilai etika lingkungan tercermin dalam perilaku nyata masyarakat.
Copyrights © 2025