Peran bystander dalam kejadian bullying dapat mencegah insiden perundungan yang dampaknya memengaruhi kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran perilaku bystander dalam kejadian perundungan pada siswa SMP. Studi deskriptif ini melibatkan 205 siswa berusia 12–15 tahun dengan menggunakan Bullying Bystander Role Scale (BBRS). Instrumen itu mengukur lima peran, yakni Assistant, Reinforcer, Outsider, Defender, dan Digital Defender. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan seluruh tipe bystander berada pada kategori rendah, kecuali peran defender yang berada pada kategori tinggi. Ditemukan juga perbedaan signifikan pada semua tipe bystander berdasarkan jenis kelamin. Siswa perempuan menunjukkan perilaku membela yang lebih tinggi baik secara langsung maupun Digital sedangkan siswa laki-laki cenderung lebih pasif atau bahkan mendukung tindakan perundungan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan usia. Temuan ini mendukung perlunya pengembangan program intervensi anti-perundungan yang disesuaikan dengan karakteristik tipe bystander serta jenis kelamin, khususnya strategi untuk mendorong perilaku membela pada siswa laki-laki dan memperkuat sikap defender pada siswa sekolah menengah pertama.
Copyrights © 2025