Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSONAL FABLE, PERCEIVED PARENTAL MONITORING, DAN PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA DI BANDUNG Shara Rhamdayanti; Tina Hayati Dahlan; Gemala Nurendah
Journal of Psychological Science and Profession Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.875 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v4i2.25160

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kontribusi personal fable dan perceived parental monitoring secara simultan terhadap perilaku berisiko pada remaja di Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi dari New Personal Fable Scale untuk menjaring data personal fable, Parental Monitoring Questionnaire untuk menjaring data perceived parental monitoring, dan Risk-Taking Scales untuk menjaring data perilaku berisiko. Penelitian ini melibatkan 395 remaja berusia 13 – 18 tahun di Bandung dengan status sebagai siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal fable dan perceived parental monitoring secara simultan tidak berkontribusi terhadap perilaku berisiko pada remaja. Setelah dilakukan pengujian secara parsial, ditemukan bahwa personal fable tidak berkontribusi terhadap perilaku berisiko, sedangkan perceived parental monitoring berkontribusi terhadap perilaku berisiko.
Bystander Behavior dalam Situasi Bullying pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Sri Maslihah; Gemala Nurendah; Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat; Selfiyani Lestari; Muhammad Ilham Mudin
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i2.1573

Abstract

Peran bystander dalam kejadian bullying dapat mencegah insiden perundungan yang dampaknya memengaruhi kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran perilaku bystander dalam kejadian perundungan pada siswa SMP. Studi deskriptif ini melibatkan 205 siswa berusia 12–15 tahun dengan menggunakan Bullying Bystander Role Scale (BBRS). Instrumen itu mengukur lima peran, yakni Assistant, Reinforcer, Outsider, Defender, dan Digital Defender. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan seluruh tipe bystander berada pada kategori rendah, kecuali peran defender yang berada pada kategori tinggi. Ditemukan juga perbedaan signifikan pada semua tipe bystander berdasarkan jenis kelamin. Siswa perempuan menunjukkan perilaku membela yang lebih tinggi baik secara langsung maupun Digital sedangkan siswa laki-laki cenderung lebih pasif atau bahkan mendukung tindakan perundungan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan usia. Temuan ini mendukung perlunya pengembangan program intervensi anti-perundungan yang disesuaikan dengan karakteristik tipe bystander serta jenis kelamin, khususnya strategi untuk mendorong perilaku membela pada siswa laki-laki dan memperkuat sikap defender pada siswa sekolah menengah pertama.
Enhancing critical thinking and soft skills in generation z psychology students through project-based learning: Evidence from a board game intervention Ifa Hanifah Misbach; Maryama, Hanna; Farhan Zakariyya; Gemala Nurendah
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol. 9 No. 1 (2026): March Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/empathy.v9i1.31467

Abstract

Generation Z students are characterized by impatience, fear of missing out (FOMO), low tolerance for conventional learning methods, and difficulties in collaboration during conflict situations. This study aims to implement a Project-Based Learning (PjBL) design for first-semester Psychology students at UPI in the History and Schools of Psychology course, with the goal of enhancing critical thinking through Higher-Order Thinking Skills (HOTS) and developing soft skills. The research employed a mixed methodology combining action research with a single-group pretest–posttest experimental design. Students were tasked with creating board games based on psychological theorists. Evaluation and reflection were conducted periodically by both instructors and students, with instructors providing three formal review sessions. Results indicate that PjBL significantly improves HOTS, leading to enhanced learning outcomes. Statistical analysis revealed significant differences (p < .001) across Review 1, Review 2, and Final Review scores. Qualitative coding of student reflections further demonstrated notable improvements in soft skills, particularly in managing personal and group conflicts. These findings suggest that PjBL is an effective pedagogical strategy for fostering critical thinking and collaborative competencies among Generation Z learners.
EKSPLORASI PERILAKU DIGITAL HOARDING PADA MAHASISWA: STUDI KASUS KUALITATIF Primaditha Noorrizqyka Putri Hilmana; Mustika Mauliddiana Sardinawati; Nasywa Alifa Dzikra; Sandra Mutiara Sari; Muhamad Arif Saefudin; Gemala Nurendah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9097

Abstract

The rapid development of  technology and the increasing availability of storage space have encouraged individuals to accumulate large amounts of  data. In certain conditions, this practice develops into  hoarding behavior, defined as a tendency to excessively retain  files accompanied by difficulties in deleting them, even when they no longer have clear functional value. University students represent a group that is particularly vulnerable to this behavior due to the intensive use of  devices for both academic and personal activities. This study aims to explore the motives underlying  hoarding behavior among university students and to understand the psychological dynamics that shape this phenomenon. Using a qualitative approach with a case study design, this research involved four university students selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using qualitative coding procedures, including open coding, axial coding, and selective coding. The findings indicate that  hoarding behavior among students is driven by several key motives, including fear of losing  files, concerns about future file usefulness, the use of  files as a means of emotional regulation, and the emotional value attached to photos and videos. These behaviors are further reinforced by psychological barriers such as procrastination, mental fatigue in managing  files, emotional attachment, and delays in deletion. The coping strategies employed by participants in response to storage limitations tend to be avoidant, such as transferring files to other devices or deleting applications, which in turn contribute to reduced productivity, technical problems with devices, and psychological distress. Overall, this study highlights that  hoarding among university students is a complex and context-dependent psychosocial phenomenon. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan kemudahan akses terhadap ruang penyimpanan mendorong individu untuk menyimpan berbagai bentuk data  dalam jumlah besar. Dalam konteks tertentu, praktik ini berkembang menjadi perilaku hoarding, yaitu kecenderungan mengakumulasi file  secara berlebihan disertai kesulitan untuk menghapusnya meskipun tidak lagi memiliki nilai guna yang jelas. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku ini karena intensitas penggunaan perangkat   dalam aktivitas akademik maupun personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif perilaku  hoarding di kalangan mahasiswa serta memahami dinamika psikologis yang melatarbelakanginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah empat mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan pengkodean kualitatif, meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku  hoarding pada mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa motif utama, yaitu rasa takut kehilangan file  (fear of loss), kekhawatiran akan kebutuhan file di masa depan, fungsi file sebagai sarana regulasi emosi, serta nilai emosional yang melekat pada foto dan video. Perilaku tersebut diperkuat oleh hambatan psikologis berupa rasa malas, kelelahan mental dalam pengelolaan file, keterikatan emosional, dan kecenderungan menunda penghapusan. Strategi yang digunakan partisipan dalam menghadapi keterbatasan penyimpanan cenderung bersifat penghindaran, seperti memindahkan file ke perangkat lain atau menghapus aplikasi, yang berdampak pada penurunan produktivitas, masalah teknis perangkat, serta munculnya distress psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa hoarding pada mahasiswa merupakan fenomena psikososial yang kompleks dan kontekstual.