Menjaga keharmonisan dalam hubungan orangtua–anak menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana waktu luang dan stres pengasuhan berpengaruh terhadap kualitas relasi orangtua–anak dalam konteks tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 108 orangtua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual yang dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Family Leisure Activity Profile (FLAP), Parenting Stress Scale (PSS), dan Parent–Child Interaction Questionnaire–Revised (PACHIQ–R) yang telah diadaptasi ke dalam konteks Indonesia. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu luang dan stres pengasuhan berpengaruh signifikan terhadap kualitas relasi orangtua–anak. Hal ini menunjukkan bahwa faktor stres pengasuhan memiliki kontribusi dominan dalam menjelaskan variasi kualitas relasi orangtua–anak pada keluarga dengan anak disabilitas intelektual.
Copyrights © 2025