ABSTRACT The development of social media as a primary arena for political communication has transformed the way candidates build relationships with voters, particularly Generation Z who have grown up in a digital environment. This study aims to examine the influence of Prabowo Subianto’s personal branding on the voting intention of Generation Z in the 2024 Presidential Election in Wonosobo Regency. The research adopts a quantitative approach using a survey method involving 400 Generation Z respondents listed in the Permanent Voters List, with data collected through online questionnaires and analyzed using correlation tests, simple linear regression, and t-tests with the assistance of SPSS software. The results show that personal branding has a strong and statistically significant relationship with the voting intention of Generation Z, accounting for 59.3 percent of the variance in voting attitudes. These findings indicate that candidate images constructed through social media particularly those emphasizing emotional closeness, appealing visual presentation, and a more informal communication style are more effective in attracting and engaging young voters than conventional campaign approaches. Based on these results, the study confirms that personal branding is an important instrument in digital political communication strategies for strengthening the engagement and political participation of Generation Z. Overall, this research provides empirical contributions to the development of digital political communication studies and to the academic understanding of young voters’ behavior in contemporary elections. ABSTRAK Perkembangan media sosial sebagai ruang utama komunikasi politik telah mengubah cara kandidat membangun hubungan dengan pemilih, terutama Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh personal branding Prabowo Subianto terhadap minat memilih Generasi Z pada Pemilihan Presiden 2024 di Kabupaten Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 400 responden Generasi Z yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi, regresi linear sederhana, serta uji t berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal branding memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh secara signifikan terhadap minat memilih Generasi Z, dengan kontribusi penjelasan sebesar 59,3 persen terhadap variasi sikap memilih. Temuan ini memperlihatkan bahwa citra kandidat yang dibangun melalui media sosial, khususnya yang menonjolkan kedekatan emosional, visualisasi yang menarik, serta gaya komunikasi yang lebih informal, lebih efektif dalam membangun ketertarikan politik pemilih muda dibandingkan pendekatan kampanye konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa personal branding merupakan instrumen penting dalam strategi komunikasi politik digital untuk memperkuat keterlibatan dan partisipasi politik Generasi Z. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian komunikasi politik digital serta pemahaman akademik mengenai perilaku pemilih muda dalam konteks pemilu modern.
Copyrights © 2026