Penelitian ini berangkat dari urgensi untuk mengisi kekosongan literatur (gap of knowledge) mengenai teori praktis andragogi dalam perspektif Islam, yang selama ini masih didominasi oleh konsep pendidikan anak-anak (Tarbiyah al-Awlad). Di tengah kegagalan sistem pendidikan modern yang sering kali memaksakan model pedagogi kepada pembelajar dewasa, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan paradigma baru pendidikan orang dewasa di pesantren melalui integrasi nilai-nilai kisah Al-Qur'an dan pengalaman spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naturalistik dan jenis penelitian studi kasus kolektif di Pesantren Ngalah Pasuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi, penyajian data (display), serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui kriteria credibility, dependability, dan confirmability. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model pendidikan orang dewasa di Pesantren Ngalah berpusat pada "Transfer of Tasawuf", di mana spiritual experience melalui praktik thariqat menjadi poros utama pembelajaran; (2) Implementasi andragogi disinergikan dengan indikator kedewasaan dalam Al-Qur’an (balagha asyuddahu) yang menekankan kematangan akal, kemandirian, dan kearifan; (3) Strategi internalisasi nilai dilakukan melalui tiga tahap stimulasi: transformasi, transaksi, dan trans-internalisasi dengan figur Guru Mursyid sebagai pusat keteladanan; (4) Output pendidikan ini berhasil membentuk karakter santri yang holistik, yakni sebagai Leader Perfektis dan Ritualis Perfektis yang memiliki jiwa inklusif (Tri Ukhuwah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan andragogi berbasis spiritual mampu menjawab krisis eksistensial manusia modern sekaligus memperkuat identitas moral santri di era disrupsi.
Copyrights © 2024