Pengelolaan kas merupakan salah satu fungsi strategis dalam operasional bank umum karena berkaitan langsung dengan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, menjaga kelancaran transaksi, serta mempertahankan kepercayaan publik. Kas sebagai aset paling likuid memiliki peran penting tidak hanya dalam aktivitas operasional harian, tetapi juga sebagai instrumen utama dalam manajemen risiko likuiditas dan pemenuhan ketentuan regulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, karakteristik, mekanisme, serta tantangan pengelolaan kas pada bank umum dalam perspektif akuntansi perbankan dan teori manajemen likuiditas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan buku Akuntansi Perbankan, standar akuntansi keuangan, serta regulasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan kas yang efektif memerlukan sistem pencatatan real-time, klasifikasi kas yang tepat, serta rekonsiliasi harian sebagai bagian dari pengendalian internal. Selain itu, penerapan teori likuiditas seperti primary reserve theory, shiftability theory, dan anticipated income theory memberikan kerangka dalam menentukan jumlah kas yang optimal. Transformasi digital perbankan turut menambah kompleksitas pengelolaan kas melalui peningkatan transaksi real-time dan risiko operasional baru. Secara keseluruhan, pengelolaan kas yang efektif harus mengintegrasikan akurasi akuntansi, ketahanan likuiditas, serta pengendalian operasional untuk menjaga stabilitas dan kinerja bank umum.
Copyrights © 2026