Latar Belakang: Budidaya melon di Latansa Garden menghadapi tantangan dalam manajemen irigasi konvensional, yang sering menyebabkan inefisiensi air dan fluktuasi kualitas hasil panen karena ketidakakuratan penyiraman. Tujuan: Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah mengimplementasikan sistem penyiraman otomatis berbasis IoT yang dapat memonitor kelembaban udara secara real-time. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahapan sistematis selama 6 bulan dengan kegiatan: persiapan, implementasi dan instalasi, pendampingan dan pelatihan, serta evaluasi dan pelaporan. Hasil: Sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban udara dan mikrokontroler telah berhasil dikembangkan dan dipasang yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk IoT. Sistem ini mampu mendeteksi tingkat kelembaban tanah dan mengaktifkan pompa air secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman.  Kesimpulan: Penerapan sistem IoT mampu menghemat penggunaan air hingga 25–30% dibandingkan metode penyiraman manual. Selain itu, waktu dan tenaga kerja petani menjadi lebih efisien karena tidak perlu melakukan penyiraman secara rutin.
Copyrights © 2026