Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting untuk menjaga jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi pada kondisi gawat darurat. Pengetahuan yang baik tentang BHD menjadi dasar kesiapan tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa keperawatan, dalam memberikan pertolongan segera pada henti napas maupun henti jantung. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat III tentang BHD di Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 57 mahasiswa tingkat III dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner 20 item untuk mengukur tingkat pengetahuan yang dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Analisis data dilakukan dengan uji univariat untuk distribusi frekuensi dan crosstab untuk hubungan karakteristik responden. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada usia remaja akhir (96,5%) dengan pengetahuan baik 56,4% dan cukup 43,6%. Pada kelompok dewasa awal, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Secara keseluruhan, mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan baik sebanyak 57,9%, sedangkan 42,1% cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa tergolong baik, meski masih ada proporsi signifikan dengan pengetahuan cukup. Diperlukan strategi pembelajaran lebih efektif, seperti pelatihan terstruktur, simulasi berulang, dan e-learning untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan menghadapi situasi gawat darurat.
Copyrights © 2025