Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjawab dua masalah utama di Desa Timpuseng: pemanfaatan limbah jerami yang tidak optimal dan ketergantungan tinggi pada pupuk anorganik. Jerami yang melimpah hanya sebagian kecil dimanfaatkan, sementara sisanya menjadi limbah. Solusi yang ditawarkan adalah program pendampingan untuk mengolah jerami menjadi pupuk organik. Tujuannya untuk: (1) meningkatkan pemahaman sistem pertanian organik, (2) memperkenalkan pupuk organik jerami sebagai alternatif, dan (3) memberikan pelatihan praktis pembuatan kompos. Metode yang digunakan berupa ceramah partisipatif, demonstrasi, dan pendampingan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas petani. Peserta tidak hanya memahami konsep pertanian organik tetapi juga tertarik menerapkannya. Petani menyadari pentingnya pupuk organik untuk kesuburan tanah jangka panjang dan telah mampu mempraktikkan pembuatan kompos secara mandiri. Disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil memberdayakan petani dengan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Dampak yang diharapkan adalah penurunan biaya produksi, berkurangnya ketergantungan pada pupuk kimia, dan terwujudnya pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2025