Buah delima (Punica granatum L.) sejak dahulu sudah dipergunakan sebagai pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas ekstrak air kulit buah delima terhadap peningkatan pertumbuhan rambut kelinci lokal jantan. Percobaan ini dilakukan pada hewan uji yaitu kelinci. Punggung kelinci diberi perlakuan dengan mencukur hingga tidak ada sehelai pun rambut yang berada dikulit. Punggung kelinci yang sudah bersih dibagi menjadi 6 kelompok uji dengan ukuran permukaan 2cm x 2 cm. Pengujian pertumbuhan rambut pada punggung kelinci. Penelitian ini dilakukan dengan membagi hewan uji menjadi 6 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ekor kelinci. Kelompok perlakuan terbagi menjadi kontrol positif (Minoxidil 2%), kontrol negatif (aquadest), kontrol normal (tidak diberi perlakuan) dan kelompok konsentrasi ekstrak yaitu (3%, 5% dan 10%). Pengolesan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore. Pengukuran panjang rambut dilakukan pada hari ke-9, 12, 15, 18, dan 21. Berdasarkan hasil uji post hoc LSD menunjukkan bahwa konsentrasi 5% memberikan efek pertumbuhan rambut yang paling optimal dengan hasil yang tidak berbeda signifikan dari kontrol positif (p= 0,068). Pada Kontrol Positif terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) dengan ekstrak air kulit buah delima konsentrasi 3%, konsentrasi 10%, Kontrol Negatif dan Kontrol Normal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air kulit buah delima (Punica granatum L.) konsentrasi 5% dapat meningkatkan pertumbuhan rambut secara optimum.
Copyrights © 2025