Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN

Khotami, Khotami (Unknown)
Haryanti, Titik (Unknown)
Johar, Syefira Ayudia (Unknown)
Wartini, Wartini (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2025

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab langsung tertinggi Angka Kematian Ibu (AKI). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetri serta mengancam keselamatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil melalui kajian Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran artikel dilakukan melalui empat database yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci: “Anemia”, “Pregnancy”, dan “Factors”. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2015–2025), dan merupakan studi empiris. Dari hasil penelusuran awal sebanyak 2.859 artikel, dilakukan penyaringan dan diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik critical appraisal. Hasil analisis menunjukkan bahwa anemia dalam kehamilan dipengaruhi oleh beberapa kelompok faktor. Faktor dasar mencakup kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan pengetahuan ibu. Faktor langsung meliputi pola konsumsi makanan yang rendah zat besi dan tidak seimbang. Sementara itu, faktor tidak langsung terdiri atas usia ibu saat hamil, paritas, status gizi, kualitas tidur, aktivitas fisik, konsumsi tablet zat besi (Fe), serta dukungan suami. Temuan ini menunjukkan bahwa anemia selama kehamilan merupakan masalah multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga aspek sosial dan perilaku. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan dan penanggulangan anemia dalam kehamilan perlu dilakukan secara menyeluruh, melibatkan edukasi kesehatan, pemantauan gizi, serta dukungan keluarga, terutama dari pasangan.

Copyrights © 2025