Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) sering dialami pekerja, terutama akibat aktivitas berulang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kelompok Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik, melibatkan 52 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja (p = 0,006), lama postur kerja (p = 0,011), dan jenis postur kerja (p = 0,015) dengan keluhan muskuloskeletal. Sedangkan faktor usia, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok, olahraga, dan peregangan tidak menunjukkan hubungan bermakna (p > 0,05). Kesimpulannya, durasi kerja yang lama dan postur tidak ergonomis menjadi penyebab utama keluhan muskuloskeletal, sehingga penerapan prinsip ergonomi dan pengaturan waktu kerja yang seimbang sangat diperlukan untuk mengurangi risiko MSDs dan menjaga kesehatan pekerja.
Copyrights © 2025