Artikel ini membahas Isu keberlanjutan lingkungan telah menjadi perhatian global di tengah meningkatnya krisis ekologi yang mengkhawatirkan. Dalam konteks ini, Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam memberikan panduan yang komprehensif untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keberlanjutan lingkungan berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan tafsir tematik, kajian ini mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta, peran manusia sebagai khalifah, serta perintah untuk menghindari kerusakan (fasād) di bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memandangalamsebagai ciptaanTuhan, tetapi jugasebagai tanda-tanda (āyāt) kebesaran-Nya yang perlu dihormati dan dilindungi. Konsep keberlanjutan dalam Al-Qur’an mencakup prinsip keseimbangan (mīzān), pemeliharaan (ḥifẓ), dan tanggung jawab (mas'ūliyyah). Manusia diberikan mandat sebagai khalifah bukan untuk mengeksploitasi, melainkan untuk mengelola dan melestarikan lingkungan dengan bijaksana. Kerusakan alam dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap amanah ilahi dan memiliki konsekuensi spiritual. Oleh karena itu, keberlanjutan lingkungan menurut Al-Qur’an bukan hanya isu ekologis, tetapi juga merupakan bagian integral dari etika dan akhlak Islami yang menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran ekologis umat manusia di era modern.
Copyrights © 2025