Pasien dengan tirah baring total bisa mengakibatkan infeksi, kontraktur, ulkus dekubitus, serta pembekuan darah. Kekuatan otot merupakan kemampuan untuk mengangkat beban melalui kontraksi otot. Salah satu tindakan melihat kekuatan otot yang bisa di lakukan di ruang ICU adalah ROM Pasif. Melakukan mobilisasi persendian dengan latihan ROM dapat mencegah berbagai komplikasi seperti nyeri karena tekanan, kontraktur. Tujuan Mengetahui Pengaruh pemberian tindakan ROM pasif terhadap pemulihan kekuatan otot pada pasien ICU dengan tirah baring lama di ruangan ICU Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Metode Penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan desain pre test dan post test tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini semua pasien yang mengalami tirah baring lama sebanyak 15 responden. Teknik sampling penelitian ini purposive sampling. Intrumen yang digunakan peneliti lembar penilaian Manual Muscle Testing (MMT) dan analisis univariat berdistribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil Sebagian besar responden dengan karakteristik usia lansia sebanyak 12 responden (80%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 11 responden (73.3%), sebelum dilakukan tindakan ROM pasif mayoritas kekuatan otot dengan skala 2 sebanyak 4 responden (26,7%), Sesudah dilakukan tindakan ROM pasif mayoritas kekuatan otot dengan skala 4 sebanyak 8 responden (53,3),, dan hasil uji wilcoxon diketahui dengan probabilitas (sig) kekuatan otot atau nilai p sebesar 0,000. Nilai p < 0,05 (tingkat signifikansi) maka Ho di tolak dan Ha di terima. Simpulan Ada pengaruh tindakan ROM pasif terhadap kekuatan otot di ruangan ICU Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Saran Dapat menjadi masukan dan pengetahuan bagi perawat khususnya pada pasien tirah baring lama yang mengalami penurunan kekuatan otot sebagai pilihan terapi nonfarmakologi tanpa efek samping yang aman dan mudah
Copyrights © 2025