Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEK EDUKASI “PAKET HARMONIS” TERHADAP PENGELOLAAN DIRI PEREMPUAN MENOPAUSE DALAM MENGATASI PERUBAHAN MASA MENOPOUSE Marini Agustin; Irna Nursanti
Akademika Vol 9 No 01 (2020): Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/akademika.v9i01.667

Abstract

Menopause is a phase that will be experienced by every woman who usually occurs above the age of 40 years. Women are said to be menopausal if their menstrual cycles have stopped for 1 year. The purpose of this study was to determine the effect of Harmonious Packages on the self-management of menopausal women in overcoming changes in menopause in Bogor City. This research is a quantitative study with a quasi-experimental method using a pre-post test with control approach. Data collection is done quantitatively. Large sample of 60 respondents, consisting of 30 intervention groups and 30 control groups, which were taken by purposive sampling technique.The results of bivariate analysis on self-management (self-monitoring, self-control, self-esteem) obtained P Value = 0.0000 (P Value <α = 0.005), these results prove that the "Harmonious Package" effect on improving the self-management of menopausal womenin the intervention group in Overcoming the problems of menopause. In the control group did not show a significant change in self-management of menopausal women, obtained self-monitoring value p Value = 0.234, self-control p Value = 0.848 and self-esteem p Value = 0.095 can be concluded in the control group the value of p Value> 0.05 means that there is no difference which was significant in the control group. Suggestions from researchers so that this study can be used as basic data for further research inorder to provide greater benefits to menopausal women.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI IBU DALAM PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU RT 07 RW 01 KELURAHAN KALIDERES JAKARTA BARAT TAHUN 2016 Marini Agustin; Farhah Haris
Afiat Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v3i1.184

Abstract

Posyandu merupakan layanan kesehatan masyarakat, yang mempunyai salah satukegiatan penimbangan balita. Tujuan penimbangan balita tiap bulan yaitu untuk memantaupertumbuhan balita sehingga dapat sedini mungkin diketahui penyimpangan pertumbuhan balita.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran mengenai faktor-faktor yang berhubungan denganpartisipasi ibu dalam penimbangan balita ke Posyandu RT 07 RW 01 Kelurahan Kalideres JakartaBarat. Metode Penelitian deskriptif korelatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui pendekatancross sectional. Pengambilan sampel dengan cara random sampling sebanyak 141 responden. HasilPenelitian Analisis data menggunakan statistik chi-square (X2) dengan α=5%. Hasil penelitian bahwafaktor pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan, sedangkan faktor pendidikan memiliki nilaiPvalue = 0,002 dan derajat keeratan sebesar 0,353 pada kategori “rendah” dan faktor usia tidakmemiliki hubungan yang signifikan dengan nilai Pvalue = 0,413 sedangkan faktor pekerjaan dengannilai Pvalue = 0,690. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikandan pengetahuan ibu dengan partisipasi ibu terhadap penimbangan balita ke Posyandu. Saran petugaskesehatan agar lebih meningkatkan kinerja kader Posyandu dalam kegiatan Posyandu diharapkan dapatmelakukan penyuluhan di Posyandu kelolaannya dan dititik beratkan memberikan penjelasan maknadari garis hijau,kuning dan merah pada buku KMS
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 CISARUA TAHUN 2017 Marini Agustin; Inggar Tresna Ningtyas
Afiat Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v3i2.687

Abstract

Remaja adalah masa dimana mereka tidak bias disebut sebagai anak-anak lagi danbelum bisa pula disebut sebagai dewasa, yang mengalami perubahan secara fisik, fisiologis, psikis,emosi dan terjadinya perubahan social dan moralnya. Remaja memerlukan informasi yang benar,jelas,dan bertanggung jawab mengenai kesehatan reproduksi. Informasi tersebut dapat diperoleh dariorang tua, sekolah, lembaga kesehatan, dan pihak-pihak yang dipandang lebih mengerti dan memilikitanggung jawab atas permasalahan tersebut. Pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi harusdikuasai dan dipahami oleh remaja sebagai bekal mempersiapkan kehidupan berkeluarga. TujuanUntuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentangkesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Cisarua. Metode penelitian ini menggunakan metodeekperimen dengan desain pretest dan posttest one group. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 287orang siswa dan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 74 responden. Hasil penelitian berdasarkanuji t paired sample test dengan derajat kemaknaan 10% pada variable pengetahuan pre-test dan posttest diperoleh nilap p = 0,000 (P<0,1) dan variable sikap pre-test dan post-test diperoleh nilap p = 0,000(P<0,1). Kesimpulan : Penyuluhan mempunyai pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikapremaja tentang kesehatan reproduksi. Saran diharapkan agar lebih meningkatkan program promosikesehatan khususnya mengenai remaja dan segala permasalahannya.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DISMENORE DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWI AKPER AS-SYAFI’IYAH JAKARTA Marini Agustin
Afiat Vol 4 No 02 (2018): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v4i02.710

Abstract

Perubahan biologis yang dialami remaja putri yaitu mengalami menstruasi, selamamenstruasi remaja mengalami perubahan fisik seperti nyeri atau kram perut berupa Dismenoresehingga mengganggu aktifitas. Stres merupakan suatu kondisi ketika individu berespon terhadapperubahan dalam status keseimbangan normal. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi HubunganAntara Tingkat Dismenore Dengan Tingkat Stres Pada Remaja. Dismenore merupakan rasa sakitakibat menstruasi, selama dismenore terjadi kontraksi otot rahim akibat peningkatan prostaglandinyang menyebabkan terjadinya kram pada abdomen bagian bawah. Dismenore timbul pada 3 tahunsetelah menstruasi pertama. Metode Penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi berjumlah 62 responden menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambilsemua anggota populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakanunivariat dan bivariate menggunakan chi-square (α=5%). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkatdismenore dalam tingkat sedang 64,5% dan tingkat stres dalam tingkat sedang 71%. Dari hasil analisisdiperoleh nilai Fisher’s Exact = 0,001 ≤ α=5%. Simpulan ada hubungan yang signifikan antaratingkat dismenore dengan tingkat stres pada remaja di Akper As-Syafi’iyah Jakarta. Saran untukkuliah agar diadakan materi cara mengatasi dismenore pada remaja putri dalam kegiatan EkstraKurikuler, dan memantau keaktifan olahraga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA SISWI KELAS XI DI SMA SANDIKTA BEKASI TAHUN 2019 Alyvia Putri Ramadhani; Marini Agustin
Afiat Vol 6 No 02 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i02.1330

Abstract

Premenstrual Syndrome merupakan kumpulan suatu gejala yang terjadi 7-10 hari sebelum menstruasi, gejalanya seperti nyeri perut, mudah tersinggung, dll. Faktor-faktor yang berhubungan dengan PMS diantaranya faktor usia menarche, tingkat stres, status gizi, riwayat keluarga dan pola tidur. Dampak dari kejadian PMS berat yang tidak teratasi dapat menimbulkan terjadinya Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PMS pada siswi kelas XI di SMA Sandikta Bekasi tahun 2019. Metode Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 85 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan α = 5%. Hasil Penelitian diperoleh faktor tingkat stres, status gizi, riwayat keluarga dan pola tidur berhubungan dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dengan nilai p masing masing 0,045, 0,007, 0,001, 0,035, sedangkan usia menarche tidak berhubungan dengan kejadian PMS dengan nilai p 0,752. Simpulan memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres, status gizi, riwayat keluarga, dan pola tidur dengan kejadian PMS. Saran diharapkan pihak sekolah SMA Sandikta Bekasi dapat memberikan promosi kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media kesehatan yang berhubungan dengan PMS, pola tidur yang baik serta asupan gizi remaja yang mudah dipahami dan menarik bagi siswi. Premenstrual Syndrome is a collection of symptoms that occur 7-10 days before menstruation, symptoms such as abdominal pain, irritability, etc. Factors related to PMS include menarche age, stress level, nutritions status, family history and sleep patterns. The impact of unresolved severe PMS events can lead to Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). The main purpose of this research is to determine the factors associated with the incidence of PMS in Class XI students at Sandikta High School Bekasi in 2019. Research methods Quantitative used cross sectional approach. Samples were taken using a simple random sampling technique of 85 respondents. The analysis used univariate and bivariate using chi-square with α = 5%. The results showed that stress levels, nutritional status, family history and sleep patterns were associated with the incidence of Premenstrual Syndrome (PMS) with p values ​​of 0.045, 0.007, 0.001, 0.035 respectively, while the age of menarche was not related to the incidence of PMS with a p value of 0.752. The conclusion shows that there is a significant relationship between stress levels, nutritional status, family history, and sleep patterns with the incidence of PMS. Suggestions are expected that Sandikta High School Bekasi can provide health promotion both directly and indirectly through health media related to PMS, good sleep patterns, and nutritional intake of adolescent that are easily understood and attractive to students
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENGHADAPI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK DAYA UTAMA BEKASI TAHUN 2021 Marini Agustin; Kuni Purwani; Husnul Aulia
Afiat Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v7i2.2136

Abstract

The knowledge possessed by young women about dysmenorrhea is the basis for the formation of behavior to deal with and deal with dysmenorrhea. Good behavior is not only determined by attitudes, beliefs, and traditions, good knowledge will form positive behavior. This study aims to analyze whether there is arelationship between the level of knowledge and attitudes with behavior in dealing with dysmenorrhea in class XI adolescent girls at SMK Daya Utama Bekasi in 2021. The research method used is descriptive correlative. The sampling technique was a saturated sample with a total sample of 50 female students who haddysmenorrhea. The analysis used univariate and bivariate using chi-square with
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DENGAN PERILAKU MEMILIH MAKANAN PADA IBU HAMIL SAAT MENGALAMI EMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS MUSTIKASARI BEKASI TIMUR marini agustin
Afiat Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v8i2.2146

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan emesis gravidarum menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang emesis gravidarum terhadap perilaku memilih makanan pada ibu hamil saat mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur. Metode penelitian deskriptif korelatif. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Jumlah sampel sebesar 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Frishers Extract Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum pada kategori baik yaitu 76,7% (23 responden). Perilaku ibu hamil pada saat mengalami emesis gravidarum pada kategori baik yaitu 66,7% (20 responden). Hasil analisa menggunakan uji Frishers Extract Test ditandai dengan ἀ = 0,002. Simpulan ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dengan perilaku memilih makanan pada ibu hamil saat mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur. Saran berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada tempat penelitian lebih meningkatkan kegiatan berupa program yang berhubungan dengan emesis gravidarum seperti penyuluhan dan konseling tentang emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DENGAN PERILAKU MEMILIH MAKANAN PADA IBU HAMIL SAAT MENGALAMI EMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS MUSTIKASARI BEKASI TIMUR TAHUN 2020 Eka Setianingsih; Marini Agustin
Afiat Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i1.2524

Abstract

Emesis gravidarum menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang emesis gravidarum terhadap perilaku memilih makanan pada ibu hamil saat mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur. Metode penelitian deskriptif korelatif. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Jumlah sampel sebesar 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Frishers Extract Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum pada kategori baik yaitu 76,7% (23 responden). Perilaku ibu hamil pada saat mengalami emesis gravidarum pada kategori baik yaitu 66,7% (20 responden). Hasil analisa menggunakan uji Frishers Extract Test ditandai dengan ἀ = 0,002. Simpulan ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dengan perilaku memilih makanan pada ibu hamil saat mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur. Saran berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada tempat penelitian lebih meningkatkan kegiatan berupa program yang berhubungan dengan emesis gravidarum seperti penyuluhan dan konseling tentang emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK Riya Indriani; Marini Agustin
Afiat Vol 5 No 02 (2019): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v5i02.2557

Abstract

Introduction nurses must have motivation in work, especially in documentation. Documentation of the nursing process includes assessment, problem identification, planning, nurse actions, then observing and evaluating the client's response to the action given and informing the information to other health workers. The results of data obtained in documenting inpatient nursing care there are completeness targets that have not been achieved. The purpose of the study was to determine the relationship between nurses' work motivation and documenting inpatient nursing care at the sentra medika cisalak hospital. Research method is descriptive correlative with cross-sectional approach. The total population is 50 respondents in the adult inpatient room. Results based on the results of the study there were 52.0% of respondents had high work motivation and 62.0% of nursing care documentation that had been done. With the value of Chi Square = 0.002 <0.05, the HA hypothesis is accepted. The conclusion is that there is a relationship between nurses' inpatient work motivation in the hospital center medica cisalak (0.6138) which means “strong”. Suggestions for nurse who have implemented nursing care documentation provided rewards / awards from superiors and audits are carried out continuously.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI MINUMAN BERKAFEIN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI RT02 RW17 KELURAHAN BAHAGIA KABUPATEN BEKASI Marini Agustin; Rizka Sakia Putri
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3460

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur. Kualitas tidur yang buruk di kalangan remaja telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia. Dimana faktor umum kualitas tidur buruk pada remaja yang disebabkan oleh stimulan dan alcohol. Stimulan itu sendiri terdapat di kafein yang berdampak pada peningkatan aktivitas otot, meningkatkan hormon adrenalin, dan sehingga membuat seseorang menjadi lebih segar dan menghilangkan rasa kantuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkonsumsi minuman berkafein dengan kualitas tidur pada remaja di RT 02/ RW 17 Kelurahan Bahagia Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian deskriptif korelasi, jumlah populasi sebanyak 70 remaja, sampel yang diambil dengan teknik total sampling dengan pengambilan sampel seluruh populasi sebanyak 70 responden. Analisis yang digunakan univariate dan bivariate menggunakan uji Fisher Exact test α 5%. Hasil Penelitian didapatkan bahwa yang memiliki kebiasaan konsumsi kafein sebanyak 63 (90,0%) dan yang tidak memiliki kebiasaan konsumsi kafein sebanyak 7 (10,0%). Hasil yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 7 (10,0%) dan kualitas tidur buruk sebanyak 63 (90,0%). Hasil uji Fisher Exact Test, didapatkan p value 0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan kebiasaan mengkonsumsi minuman berkafein dengan kualitas tidur pada remaja. Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai materi edukasi untuk menambah wawasan dalam mengetahui dampak pada kebiasaan mengkonsumsi minuman berkafein dengan kualitas tidur remaja.