Sistem termoregulasi yang belum matang mengakibatkan bayi prematur sangat rentan terhadap ketidakstabilan suhu tubuh dan frekuensi nadi. Salah satu teknik posisi yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan stabilitas fisiologis bayi adalah intervensi nesting. Tujuan : mengidentifikasi efektifitas penggunaan nesting untuk mempertahankan suhu tubuh dan frekuensi nadi pada bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre post test without control pada bayi prematur yang dirawat di ruang perinatologi. Suhu tubuh dan frekuensi nadi diukur sebelum dan sesudah intervensi nesting. Data dianalisis menggunakan uji t dependen. Hasil: Setelah intervensi, suhu tubuh rata-rata meningkat dari 36,4°C sebelum intervensi menjadi 36,7°C setelah intervensi. Frekuensi nadi juga turun dari 140 kali per menit menjadi 137 kali per menit. Perubahan ini menunjukkan bahwa bayi prematur menjadi lebih stabil secara fisiologis setelah nesting. Kesimpulan: Nesting efektif membantu meningkatkan stabilitas suhu tubuh dan frekuensi nadi pada bayi prematur. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan suportif di ruang perinatologi yang murah dan tanpa efek samping
Copyrights © 2025