Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental namun, realitas saat ini semakin maraknya krisis akhlak di kalangan anak dan remaja. Fenomena ini mempertegas urgensi penanaman akhlak sejak dini melalui pendidikan agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pentingnya strategi pendidikan akhlak mulia bagi anak usia dini sebagai solusi menghadapi tantangan moral di era globalisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, yaitu menganalisis berbagai sumber otentik Islam, pendapat ulama klasik dan kontemporer, serta hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara kritis untuk memahami makna filosofis dan implikasi praktis penanaman akhlak dalam sistem pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kanak-kanak merupakan fase emas (golden age) dalam pembentukan karakter. Pendidikan akhlak sejak dini berfungsi sebagai fondasi utama bagi tumbuhnya generasi beriman, bertakwa, dan berkarakter mulia. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penentu. Keluarga sebagai madrasah pertama berperan menanamkan nilai dasar, sekolah melalui guru Pendidikan Agama Islam memperkuat pemahaman dan pembiasaan, sementara masyarakat menciptakan lingkungan yang kondusif. Tantangan moral di era modern, seperti pengaruh negatif teknologi, menurunnya rasa hormat, serta krisis identitas, dapat diatasi dengan sinergi ketiga elemen tersebut. Dengan demikian, pendidikan akhlak sejak usia dini bukan hanya pilihan, melainkan keharusan strategis dalam membentuk generasi muslim yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi bangsa.
Copyrights © 2026