Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan Karang Taruna Lais Manekat dalam meningkatkan keterampilan budidaya ayam petelur, mengingat masih terbatasnya pengetahuan dan praktik manajemen pemeliharaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta melalui penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.Tujuan kegiatan ini adalah secara khusus untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek hardskill yaitu kemampuan teknis pemeliharaan ayam petelur sekaligus softskill berupa kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang anggota Karang Taruna yang mengikuti seluruh rangkaian PKM.. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, ceramah interaktif, demonstrasi lapangan, pendampingan langsung, serta monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan hasil.… Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 25 butir serta rubrik penilaian keterampilan dengan enam indikator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dari rata-rata 46% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan. Keterampilan praktik peserta juga meningkat dari kategori rendah (skor 6–10) menjadi kategori tinggi (skor 14–18). Selain itu, peserta mulai mandiri dalam menakar pakan, melakukan pencatatan produksi, dan memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai pupuk organik. Pada minggu kedua, produksi telur meningkat dari 12 butir di hari pertama menjadi 19 butir pada hari kelima. Dampak nyata kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan hasil produksi, sekaligus terciptanya praktik pertanian terpadu berbasis pemanfaatan limbah. Program ini dapat menjadi dasar pengembangan usaha kecil berbasis ayam petelur serta peluang keberlanjutan bagi ketahanan pangan keluarga dan masyarakat desa.Abstract: This Community Service Program (PKM) was implemented to address the needs of Karang Taruna Lais Manekat in improving their skills in laying hen farming, given their limited knowledge and practice of management and maintenance. The specific objective of this activity was to improve the capacity of partners in terms of hard skills, namely technical skills in laying hen maintenance, as well as soft skills such as independence, discipline, and responsibility. There were 20 Karang Taruna members who participated in the entire PKM series. The activity was carried out using a participatory approach through counseling, interactive lectures, field demonstrations, direct assistance, and periodic monitoring and evaluation to ensure the sustainability of the results. The evaluation was conducted using a 25-item pre-test and post-test questionnaire and a skill assessment rubric with six indicators. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, from an average of 46% before the activity to 84% after the activity. The participants' practical skills also increased from the low category (score 6–10) to the high category (score 14–18). In addition, participants began to independently measure feed, record production, and utilize chicken manure as organic fertilizer. In the second week, egg production increased from 12 eggs on the first day to 19 eggs on the fifth day. The tangible impact of this activity was an increase in knowledge, skills, and production, as well as the creation of integrated agricultural practices based on waste utilization. This program can serve as a basis for the development of small businesses based on laying hens and opportunities for sustainability for family and village food security.
Copyrights © 2025