Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Ilomata dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan teknis, ekonomi, dan keberlanjutan usaha hidroponik yang dihadapi Karang Taruna Ilomata, khususnya terkait keterbatasan teknologi, tingginya biaya operasional, dan rendahnya pemanfaatan energi terbarukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hardskill mitra dalam merancang, merakit, dan mengoperasikan sistem smart hidroponik tenaga surya serta softskill mitra dalam pengelolaan usaha dan pemahaman legalitas usaha hidroponik. Metode kegiatan yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan praktik perakitan smart hidroponik tenaga surya, penyuluhan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, serta pendampingan teknik budidaya dan legalitas usaha. Mitra kegiatan adalah Karang Taruna Ilomata Kelurahan Tapa, Kota Gorontalo yang terdiri dari 41 orang anggota aktif. Sistem evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan mitra setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan mitra, yaitu peningkatan pengetahuan sebesar 100%, kemampuan merancang dan merakit smart hidroponik tenaga surya sebesar 86,4%, serta kemampuan pembuatan pupuk organik cair sebesar 65%, yang berdampak pada peningkatan produksi hidroponik dari 80 menjadi 120 tanaman per panen.Abstract: The community service activities in Ilomata Village were carried out as an effort to address the technical, economic, and sustainability issues faced by Karang Taruna Ilomata in their hydroponic business, particularly related to technological limitations, high operational expenses, and low utilization of renewable energy. The objectives of this activity were to improve the partners' hard skills in designing, assembling, and operating solar-powered smart hydroponic systems, as well as their soft skills in business management and understanding the legalities of hydroponic businesses. The methods used in this activity included Focus Group Discussions (FGDs), socialization, practical training in assembling solar-powered smart hydroponics, counseling on making liquid organic fertilizer from household waste, as well as technical assistance in cultivation and business legality. The activity partners were Karang Taruna Ilomata in Tapa Village, Gorontalo City, which consists of 41 active members. The evaluation system was conducted through direct observation, interviews, and questionnaires to measure the partners' level of understanding and skills after the activity. The evaluation results showed an increase in the partners' skills, namely a 100% increase in knowledge, an 86.4% increase in the ability to design and assemble solar-powered smart hydroponics, and a 65% increase in the ability to produce liquid organic fertilizer, which resulted in an increase in hydroponic production from 80 to 120 plants per harvest.
Copyrights © 2026