Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efisiensi Produksi dan Produktifitas Cabai Rawit Wicaksana, Dedi Dwi Tjahya; Gani, Indriana; Ashari, Ulfira
Jurnal : Agricultural Review Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.765 KB) | DOI: 10.37195/arview.v1i1.314

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang produktivitasnya paling tinggi setiap tahunnya jika dibandingan dengan komoditas lainnya di Provinsi Gorontalo. Salah satu daerah yang memiliki produktivitas cabe rawit terbesar berada di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani cabai rawit di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, dan menganalisis pencapaian dengan menggunakan efisiensi teknis pada usahatani cabai rawit di Kecamatan Dungaliyo. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara pada responden dan juga menggunakan kuisioner, kemudian metode dokumentasi selama proses penelitian. Data primer diperoleh dari petani yang berada di Kecamatan Dungaliyo dan data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, dinas pertanian Kabupaten Gorontalo, Kantor Camat Dungaliyo, BPS Kabupaten Gorontalo dan BP3K Kecamatan Dungaliyo. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus, yaitu sebagian populasi dijadikan sampel sebanyak 100 orang petani cabai rawit. Analisis data penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil Stochastic Frontier terdapat 2 faktor yang koefisien yang bernilai negatif, oleh karena itu 2 faktor memiliki pengaruh negatif terhadap produksi cabai rawit. Berdasarkan nilai indeks efisiensi yang berjumlah 0.955 yang berarti efisien secara teknis
Analisis Efisiensi Teknis Produksi Dan Pendapatan Usahatani Jagung Chandra, Adhi; Abidin, Zainal; Ashari, Ulfira
Jurnal : Agricultural Review Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.419 KB) | DOI: 10.37195/arview.v1i1.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis penggunaan faktor-faktor produksi, (2) menganalisis tingkat efisiensi dan inefisiensi teknis, dan (3) menganalisis besarnya pendapatan usahatani jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling terhadap 100 petani jagung. Metode analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung, tingkat efisiensi teknis dan inefisiensi teknis menggunakan model fungsi produksi stochastic frontier dengan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo adalah variabel tenaga kerja, benih, dan pestisida. Usahatani jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo sudah efisien secara teknis, dengan rata-rata nilai efisiensi teknis sebesar 0,98%. Hal ini mengindikasikan bahwa petani jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo sudah secara optimal dalam mengalokasikan penggunaan input pada tingkat biaya yang minimum. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis adalah umur petani, ukuran rumah tangga, dan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata petani responden sebesar Rp 38.486.710,-. Dengan biaya usahatani rata-rata sebesar Rp 20.637.055,-. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani Rp 17.849.655,-, sedangkan rata-rata pendapatan perhektarnya sebesar R P 7.846.002,-.
INTRODUKSI TEKNOLOGI SMART HIDROPONIK TENAGA SURYA PADA KARANG TARUNA ILOMATA Ashari, Ulfira; Surusa, Frengki Eka Putra; P., Umar; Jafar, Muhammad Iqbal; Usman, Iqbal Faturachman; Tamrin, Moh Muhrim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36729

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Ilomata dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan teknis, ekonomi, dan keberlanjutan usaha hidroponik yang dihadapi Karang Taruna Ilomata, khususnya terkait keterbatasan teknologi, tingginya biaya operasional, dan rendahnya pemanfaatan energi terbarukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hardskill mitra dalam merancang, merakit, dan mengoperasikan sistem smart hidroponik tenaga surya serta softskill mitra dalam pengelolaan usaha dan pemahaman legalitas usaha hidroponik. Metode kegiatan yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan praktik perakitan smart hidroponik tenaga surya, penyuluhan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, serta pendampingan teknik budidaya dan legalitas usaha. Mitra kegiatan adalah Karang Taruna Ilomata Kelurahan Tapa, Kota Gorontalo yang terdiri dari 41 orang anggota aktif. Sistem evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan mitra setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan mitra, yaitu peningkatan pengetahuan sebesar 100%, kemampuan merancang dan merakit smart hidroponik tenaga surya sebesar 86,4%, serta kemampuan pembuatan pupuk organik cair sebesar 65%, yang berdampak pada peningkatan produksi hidroponik dari 80 menjadi 120 tanaman per panen.Abstract: The community service activities in Ilomata Village were carried out as an effort to address the technical, economic, and sustainability issues faced by Karang Taruna Ilomata in their hydroponic business, particularly related to technological limitations, high operational expenses, and low utilization of renewable energy. The objectives of this activity were to improve the partners' hard skills in designing, assembling, and operating solar-powered smart hydroponic systems, as well as their soft skills in business management and understanding the legalities of hydroponic businesses. The methods used in this activity included Focus Group Discussions (FGDs), socialization, practical training in assembling solar-powered smart hydroponics, counseling on making liquid organic fertilizer from household waste, as well as technical assistance in cultivation and business legality. The activity partners were Karang Taruna Ilomata in Tapa Village, Gorontalo City, which consists of 41 active members. The evaluation system was conducted through direct observation, interviews, and questionnaires to measure the partners' level of understanding and skills after the activity. The evaluation results showed an increase in the partners' skills, namely a 100% increase in knowledge, an 86.4% increase in the ability to design and assemble solar-powered smart hydroponics, and a 65% increase in the ability to produce liquid organic fertilizer, which resulted in an increase in hydroponic production from 80 to 120 plants per harvest.