Abstrak: Puskesmas Pasundan merupakan salah satu puskesmas dengan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Kota Samarinda, dengan 23,2% penderita hipertensi dan 2,95% penderita diabetes melitus. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya peran kader dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta rendahnya literasi kesehatan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan literasi digital berbasis ILP. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan demonstrasi yang diikuti oleh 37 kader dari 35 posyandu wilayah kerja Puskesmas Pasundan. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test interaktif dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 68% menjadi 89% dan peningkatan keterampilan komunikasi serta literasi digital sebesar 35–40%. Kegiatan ini memperkuat kapasitas kader dalam promosi kesehatan berbasis teknologi dan mendukung keberlanjutan ILP di tingkat pelayanan primer.Abstract: Pasundan Public Health Center is among the top three with the highest prevalence of Non-Communicable Diseases (NCDs) in Samarinda City, with 23.2% hypertension and 2.95% diabetes mellitus cases. The main issue faced by the partner is the suboptimal role of health cadres in implementing the Integrated Primary Care (ILP) and limited digital health literacy. This community service aimed to enhance cadres’ understanding and skills through digital literacy training based on the ILP approach. Activities included socialization, health education, and demonstrations involving 37 cadres from 35 integrated health posts. Evaluation was conducted using interactive pre–post tests and participant feedback. Results showed an increase in cadre knowledge from 68% to 89% and improvement in communication and digital literacy skills by 35–40%. The program strengthened cadres’ capacity in technology-based health promotion and supported the sustainability of ILP at the primary healthcare level.
Copyrights © 2025