Abstrak: Permasalahan sampah saat ini menjadi permasalahan global. Berdasarkan data didapatkan bahwa 60% sampah yang terbuang di tempat pembuangan akhir berasal dari sampah organik. Pembusukan sampah organik menghasilkan gas metana yang dapat menyebabkan pemanasan global. Salah satu alternatif penanganan sampah organik dengan cara membuat larutan alami hasil fermentasi. Urgensi kegiatan terletak pada persoalan penumpukan sampah organik yang semakin tinggi sehingga diperlukan penanganan pengolahan limbah organik secara tepat yang mampu menstimulasi entrepreneurship peserta didik. Pemanfaatan ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari sebagai antiseptik dan pupuk cair sangat berpotensi dijual di pasaran. Tujuan Pkm yaitu yaitu meningkatkan pengetahuan tentang manfaat ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan keterampilan siswa mengolah sampah organik dalam bentuk Ecoenzym. Kegiatan ini berkolaborasi dengan mitra dari SMAN 1 Lenteng yang berdomisili di jalan Raya Payudan Lembung. Siswa kelas XI sebanyak 30 orang berpartisipasi dalam pembuatan ecoenzym. Metode pengabdian diawali tahap persiapan, sosialisasi, dan praktik langsung. Evaluasi kegiatan ditunjukkan dari angket yang diisi oleh siswa setelah kegiatan ini berakhir. Ringkasan hasil ditunjukkan dari nilai n-gain score pada aspek pengetahuan terdapat peningkatan sebesar 0,8 (kategori tinggi) dan aspek keterampilan yang semula 20% menjadi 90% (kategori efektif). Kegiatan PkM ini penting dilakukan sebagai bentuk kepedulian lingkungan dalam mewujudkan program Sustainable Development Goals (SDGs).Abstract: The waste problem is currently a global problem. Based on data, it was found that 60% of waste discarded in final disposal sites came from organic waste. Decomposing organic waste produces methane gas which can cause global warming. One alternative for handling organic waste is by making a natural solution from fermentation. The urgency of the activity lies in the problem of the increasing accumulation of organic waste, so it is necessary to handle organic waste processing appropriately which is able to stimulate student entrepreneurship. The use of ecoenzymes in everyday life as an antiseptic and liquid fertilizer has great potential for sale on the market. The aim of Pkm is to increase knowledge about the benefits of ecoenzymes in everyday life and improve students' skills in processing organic waste in the form of ecoenzymes. This activity was a collaboration with partners from SMAN 1 Lenteng, located on Jalan Raya Payudan Lembung. Thirty eleventh-grade students participated in the ecoenzyme production. The service method begins with preparation, socialization and direct practice. Evaluation of the activity is shown from the questionnaire filled out by students after the activity ends. The summary of results is shown from the n-gain score value in the knowledge aspect, there was an increase of 0.8 (high category) and the skills aspect, which was originally 20%, became 90% (effective category). This PkM activity is important as a form of environmental concern in realizing the Sustainable Development Goals (SDGs) program.
Copyrights © 2025