Penelitian ini menganalisis konstruksi epistemologi Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) pada era Dinasti Abbasiyah dan relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) kontemporer, khususnya dalam konteks model pembelajaran transdisipliner dan integrasi sains-humaniora. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis historis-komparatif dan studi kepustakaan sistematis, penelitian ini mengeksplorasi transformasi kurikulum pendidikan Islam dari Dinasti Umayyah hingga Dinasti Abbasiyah, serta mengidentifikasi prinsip-prinsip epistemologis yang dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayt al-Hikmah mengembangkan model epistemologi integratif yang menyatukan berbagai disiplin ilmu termasuk matematika, astronomi, filsafat, kedokteran, dan ilmu-ilmu keislaman dalam kerangka metodologis yang koheren. Prinsip-prinsip ini mencakup: (1) inklusivitas epistemologis yang mengakomodasi berbagai sumber pengetahuan; (2) pendekatan transdisipliner yang melampaui batas-batas disiplin ilmu konvensional; (3) integrasi antara pengetahuan teoritis dan praktis; serta (4) penekanan pada dialog intelektual dan kolaborasi lintas budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi epistemologi Bayt al-Hikmah dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum SMA yang mengintegrasikan sains dan humaniora melalui pendekatan transdisipliner, sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2026