Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi di MIN 2 Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, petugas perpustakaan, dan siswa sebagai sumber data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan fungsi manajemen secara efektif, meliputi perencanaan program literasi berbasis kebutuhan siswa, pengorganisasian melalui pembagian tugas dan pelatihan, pelaksanaan kegiatan literasi terintegrasi dalam pembelajaran, serta pengendalian melalui supervisi dan evaluasi rutin. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, petugas perpustakaan, serta fasilitas yang mendukung, sementara hambatan muncul dari rendahnya kesadaran literasi siswa dan orang tua, ketergantungan pada media hiburan, dan keterbatasan koleksi buku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya literasi di MIN 2 Samarinda berkembang positif, dan perlu terus diperkuat melalui sinergi antara sekolah dan orang tua serta penerapan literasi dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
Copyrights © 2025