Perkembangan teknologi digital, globalisasi informasi, dan perubahan sosial yang cepat telah melahirkan disrupsi yang berdampak langsung pada perilaku keberagamaan dan orientasi nilai peserta didik, termasuk munculnya kecenderungan spiritualitas individual, relativisme moral, serta melemahnya otoritas keilmuan dan nilai-nilai transendental dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan merevitalisasi nilai-nilai transendental seperti tauhid, adab, akhlak, dan tazkiyatun nafs sebagai formulasi arah baru pendidikan Islam kontemporer yang relevan dengan tantangan era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan melalui analisis isi terhadap literatur primer dan sekunder terkait disrupsi sosial, nilai spiritual Islam, dan dinamika keberagamaan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai transendental dengan kesadaran kritis mampu membentuk paradigma Pendidikan Islam Kritis-Transendental yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun kemampuan analitis peserta didik terhadap bias media, hegemoni narasi digital, serta krisis moral. Temuan penelitian menegaskan bahwa penguatan nilai transendental berkontribusi pada stabilitas psikologis, ketahanan moral, dan pembentukan karakter etis di ruang digital. Implikasi penelitian ini menegaskan urgensi reorientasi pendidikan Islam menuju model yang adaptif terhadap disrupsi, namun tetap berakar kuat pada fondasi spiritual dan transendentalnya.
Copyrights © 2025