Implementasi manajemen pendidikan inklusif dalam perspektif Tafsir Al-Mishbah terhadap Q.S. ‘Abasa Ayat 1–10 dengan landasan bahwa pendidikan inklusif merupakan mandat etik, sosial, dan spiritual yang menegaskan hak setara setiap individu untuk memperoleh pendidikan yang bermartabat. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai Qur’ani yang terkandung dalam ayat tersebut sebagai dasar penguatan manajemen pendidikan inklusif serta merumuskan model implementatif yang mengintegrasikan nilai keadilan (‘adl), kesetaraan (musāwah), dan kasih sayang (raḥmah) ke dalam kerangka manajemen POAC dan pendekatan Universal Design for Learning (UDL). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka melalui analisis tafsir tematik, penguatan teori manajemen, serta sintesis literatur pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. ‘Abasa Ayat 1–10 memberikan fondasi etik anti-diskriminasi yang menegaskan pemuliaan martabat pencari ilmu tanpa memandang kondisi fisik maupun status sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai Qur’ani dapat dioperasionalkan melalui perencanaan kurikulum adaptif, pengorganisasian layanan inklusif, pelaksanaan pembelajaran empatik, dan pengawasan berbasis indikator keadilan serta pengalaman belajar bermakna. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Qur’ani, POAC, dan UDL menghadirkan model manajemen pendidikan inklusif yang humanis, sistematis, aplikatif, serta mampu menjembatani kesenjangan antara idealitas kebijakan dan praktik nyata di lembaga pendidikan.
Copyrights © 2025