Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) SD Negeri Kedungpane 01 Semarang.” Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang, 2025. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I, yang ditunjukkan oleh kesulitan mengenali huruf, kurang tepat dalam mengeja, membaca dengan terbata-bata, serta lemahnya pemahaman terhadap isi bacaan. Selain itu, pembelajaran di kelas masih berpusat pada guru dan belum melibatkan media serta strategi yang mampu mengaktifkan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Kedungpane 01 Semarang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas I semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes kemampuan membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penilaian mengacu pada empat aspek membaca permulaan, yaitu pengenalan huruf, kemampuan mengeja, kelancaran membaca, dan pemahaman isi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan setelah diterapkannya PBL. Nilai rata-rata pra-siklus sebesar 2,18 meningkat menjadi 2,83 pada siklus I, dan kembali meningkat menjadi 3,48 pada siklus II. Peningkatan tersebut didukung oleh hasil observasi aktivitas siswa yang menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam membaca, berdiskusi, serta memahami isi bacaan. Dengan demikian, penerapan Model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Kedungpane 01 Semarang.
Copyrights © 2025