Indonesia adalah sebuah negara yang dikenal akan keindahannya, tepai juga merupakan tempat yang tingkat keramahan dan moral yang dijunjung tinggi. Namun semua itu tampak memudar karna perilaku manusia yang semakin berubah buruk seiringnya waktu, seperti pelecehan, perundungan, korupsi, pembunuhan, seks bebas, perampokan dan masih banyak kejahatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru ngaji dalam membina akhlak dan faktor pendukung dan penghambat guru ngaji dalam membina akhlak anak usia 6-14 tahun dalam upaya menghadapi degradasi moral. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan sampel meliputi 1 guru ngaji dan 3 anak TPQ Roudhotul Qur’an yang dipilih secara purposive sampling, yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembinaan akhlak anak usia 6-14 tahun serta pemahaman yang mendalam terhadap kondisi dan aktivitas di TPQ. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap pengenalan, tahap penyaringan dan tahap seleksi. Dan instrumen yang digunakan terdiri atas panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru ngaji sangat berperan penting dalam membina akhlak anak dengan beberapa upaya yang dilakukanya, dan guru ngaji di TPQ Roudhotul Qur’an mempunyai metode-metode untuk menanamkan akhlak anak usia 6-14 tahun di TPQ Roudhotul Qur’an khususnya dalam upaya menghadapi degradasi moral. Guru ngaji di TPQ Roudhotul Qur’an berperan penting dalam membina akhlak anak usia 6-14 tahun melalui keteladanan, pembiasaan dan pengajaran nilai-nilai moral. Kerjasama dengan orang tua memperkuat proses pembinaan dan membantu mengatasi pengaruh negatif lingkungan. faktor pendudkungnya adalah keteladanan guru, sedangkan hambatannya meliputi lingkngan sosial yang kurang baik, rendahnya motivasi anak, serta penggunaan gadget yang berlebihan.
Copyrights © 2026