Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu, terutama melalui peningkatan risiko perdarahan dan komplikasi kehamilan. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemenuhan kebutuhan zat besi melalui konsumsi makanan yang mengandung zat besi, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang makanan yang mengandung zat besi. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan Ante Natal Care (ANC) di Klinik Bidan Nuraini Kecamatan Cengkareng pada periode Maret–Juni 2025, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dan jumlah responden sebanyak 101 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden dan tingkat pengetahuan tentang makanan sumber zat besi, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang tentang makanan yang mengandung zat besi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, umur, dan sumber informasi dengan kepatuhan konsumsi makanan sumber zat besi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan ibu hamil adalah umur, sumber informasi, pekerjaan, dan pengetahuan awal, sedangkan pendidikan tidak berperan sebagai faktor dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor individu dan akses informasi berperan penting dalam membentuk pengetahuan ibu hamil mengenai makanan yang mengandung zat besi.
Copyrights © 2025