Penelitian ini mengkaji peran influencer Indonesia sebagai penggerak sosial dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta perspektif dramaturgi Erving Goffman. Kajian ini berfokus pada bagaimana influencer menampilkan performa kemanusiaan di ruang publik digital (front stage) dan bagaimana proses persiapan, strategi komunikasi, serta koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan di balik layar (back stage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, membangun empati, dan memobilisasi solidaritas sosial melalui narasi emosional, visualisasi kondisi bencana, serta ajakan partisipatif yang disampaikan secara konsisten. Keberhasilan performa kemanusiaan tersebut sangat dipengaruhi oleh aktivitas back stage, seperti perencanaan konten, pengelolaan pesan, dan kerja sama dengan lembaga kemanusiaan serta relawan lokal. Selain itu, praktik manajemen kesan menjadi strategi utama dalam komunikasi bencana, di mana influencer tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun citra kepedulian sosial yang kredibel. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi bencana oleh influencer merupakan proses sosial yang terorganisir dan bermakna, serta berkontribusi dalam mempercepat respons publik dan penanganan bencana di Aceh.
Copyrights © 2026