Penelitian ini bertujuan mengkaji peristiwa Musu Selleng dalam perspektif hadis, dengan menyoroti dimensi historis, etika, dan teologis dari proses Islamisasi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis teks historis dan tafsir hadis normatif. Data diperoleh melalui telaah sumber primer seperti Lontara Gowa serta hadis-hadis sahih yang berkaitan dengan niat, kebebasan beragama, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi Gowa-Tallo dalam Musu Selleng tidak hanya bermotif dakwah, tetapi juga politik dan ekonomi. Evaluasi hadis menunjukkan bahwa niat dakwah yang bercampur ambisi kekuasaan kehilangan nilai moralnya, Islamisasi melalui paksaan bertentangan dengan prinsip rahmah, dan tindakan represif melanggar prinsip keadilan Islam. Dengan demikian, Musu Selleng merupakan contoh historis tentang ketegangan antara dakwah dan kekuasaan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penerapan hadis sebagai kerangka etika dalam studi historiografi Islam Nusantara, sehingga sejarah tidak hanya dilihat sebagai kronologi kekuasaan, tetapi juga sebagai refleksi moral dan spiritual. Pendekatan ini membuka ruang baru bagi pengembangan studi etika Islam interdisipliner.
Copyrights © 2026