Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dialami guru dalam penerapan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan skala likert dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada guru sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang memuat indikator terkait kendala perencanaan pembelajaran STEAM, kendala kompleksitas integrasi STEAM, kendala pelaksanaan manajemen waktu pembelajaran STEAM, kendala sumber daya serta sarana prasarana, dan kendala dukungan pihak luar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase untuk menggambarkan kecenderungan kendala yang dialami guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada kendala perencanaan pembelajaran STEAM Kendala Kompleksitas Integrasi STEAM, kendala pelaksanaan manajemen waktu pembelajaran STEAM, kendala sumber daya serta sarana prasarana, dan kendala dukungan pihak luar juga menjadi faktor penghambat. Pembahasan menunjukkan bahwa kendala tersebut berdampak pada rendahnya implementasi pembelajaran inovatif di kelas. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru, penyediaan sarana yang memadai, serta dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis STEAM di sekolah dasar.
Copyrights © 2026