Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi pendekatan humanistik dalam novel Manusia dan Badainya karya Syahid Muhammad. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana perjalanan batin tokoh utama merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi trauma, krisis identitas, dan pencarian makna hidup. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan humanistik. Data berupa kutipan naratif dan dialog tokoh dianalisis melalui teknik baca dan catat serta interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik terepresentasi melalui proses perkembangan psikologis tokoh yang berlangsung secara bertahap, meliputi konflik batin, penerimaan diri, kemandirian emosional, kebebasan memilih, relasi sosial berbasis empati, dan pemaknaan hidup. Novel ini menegaskan bahwa penderitaan tidak menjadi akhir perjalanan manusia, melainkan ruang transformasi menuju pertumbuhan diri dan kesadaran eksistensial. Dengan demikian, Manusia dan Badainya merepresentasikan sastra sebagai medium refleksi kemanusiaan yang menekankan potensi manusia untuk pulih, berkembang, dan membangun makna hidup secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026