Fenomena kehilangan figur orang tua, khususnya ayah, menjadi persoalan psikologis yang kerap memengaruhi proses pembentukan identitas individu dalam kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? karya Khoirul Trian berdasarkan perspektif psikologi sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta landasan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog tokoh yang mengandung ekspresi psikologis, kemudian dianalisis melalui struktur kepribadian id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dibentuk oleh dominasi aspek id berupa kerinduan, kecemasan, dan kebutuhan afeksi akibat kehilangan figur ayah. Perkembangan ego berperan dalam proses adaptasi terhadap realitas, penerimaan luka emosional, serta pembentukan makna baru atas kehilangan. Sementara itu, superego hadir sebagai pengontrol moral yang membimbing sikap, tanggung jawab keluarga, dan integritas etis tokoh. Temuan ini menegaskan bahwa novel merepresentasikan proses pendewasaan psikologis melalui negosiasi dinamis antara dorongan emosional, kesadaran realitas, dan nilai moral dalam menghadapi krisis keluarga dan kehidupan dewasa.
Copyrights © 2026