Penelitian ini mengkaji puisi “Ibu” karya Chairil Anwar menggunakan pendekatan kritik sastra ekspresif. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana ekspresi batin penyair direpresentasikan melalui relasi ibu dan anak dalam puisi. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap pemaknaan sosok ibu sebagai pusat pembentukan kesadaran emosional, moral, dan spiritual aku lirik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pembacaan intensif terhadap teks puisi. Data berupa larik, diksi, simbol, dan citraan yang mengandung unsur ekspresif dianalisis berdasarkan kerangka kritik sastra ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Ibu” tidak sekadar menampilkan ungkapan kasih sayang sentimental, melainkan merepresentasikan proses pendidikan batin yang membentuk kepribadian tokoh lirik. Sosok ibu digambarkan sebagai figur pendidik karakter melalui teguran dan tuntutan tanggung jawab, sekaligus sebagai pengarah moral dan spiritual melalui nasihat dan doa. Relasi ibu–anak ditampilkan dinamis melalui konflik emosional, refleksi diri, hingga rekonsiliasi batin. Temuan ini menegaskan bahwa puisi “Ibu” merupakan refleksi pengalaman personal penyair yang menghadirkan kesadaran nilai dan kedewasaan spiritual sebagai inti ekspresi puitik.
Copyrights © 2026